Berita

Dorong Ekspansi Global, HIPELKI Teken MoU untuk Perkuat Ekosistem Alkes Indonesia

Jakarta, 19 Maret 2025 – Himpunan Pengembangan Ekosistem Alkes Indonesia (HIPELKI) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Myanmar Chamber of Commerce for Pharmaceutical & Medical Device (MCCPMD) dalam acara yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon. Acara penandatanganan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom pada Rabu (19/3) pukul 10.00 – 10.40 WIB.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk M. Arif Hidayatullah selaku Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Yangon, serta Arvinanto Soeriaatmadja yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Turut hadir pula Dede Mulyadi, SKM, M.Kes, CRMP dari Kementerian Kesehatan RI, serta perwakilan dari HIPELKI dan MCCPMD.
MoU ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan “Enhancing Pharmaceutical and Medical Devices Cooperation for Improved Health Services” yang diselenggarakan di Hotel Sedona Yangon pada 1 November 2024 lalu. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang alat kesehatan antara Indonesia dan Myanmar.


Dalam sambutannya, M. Arif Hidayatullah menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan hasil nyata dari forum bisnis sebelumnya yang telah didukung oleh kedua negara.

Semoga MoU ini menjadi testamen yang memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam sektor alat kesehatan tetapi juga dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Myanmar,” ujarnya.

Sementara itu, Dede Mulyadi, yang mewakili Kementerian Kesehatan RI, menyambut baik kerja sama ini. “Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama internasional. Kami siap mendukung dan melihat implementasi lebih lanjut dari kesepakatan ini,” katanya.
Ketua MCCPMD, Dr. Win Kyaing, menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya melibatkan dua organisasi, tetapi juga dua negara yang bertujuan untuk saling berbagi informasi, mendukung sistem kesehatan, serta memperluas peluang bisnis. “Ini adalah kesempatan bagi kedua negara untuk mempererat hubungan serta mempromosikan kolaborasi di sektor kesehatan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum HIPELKI, dr. Randy H. Teguh, MM, menegaskan bahwa ruang lingkup kerja sama ini sangat luas, mencakup capacity building dan dukungan terhadap regulator Myanmar. “MoU ini bukan sekadar kerja sama antar asosiasi, tetapi antar negara. Ke depan, kami berharap dapat mengimplementasikan action plan, termasuk kemungkinan kunjungan ke Indonesia untuk melihat manufaktur alat kesehatan secara langsung,” jelasnya.


Acara ini ditutup dengan sesi foto daring yang diikuti oleh seluruh peserta. Dengan adanya MoU ini, diharapkan kerja sama antara Indonesia dan Myanmar di sektor alat kesehatan semakin erat dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

Bagikan Postingan

Silakan hubungi kami sekarang

Butuh bantuan atau ingin berbicara dengan kami? Silakan hubungi kami sekarang. Kami menantikan pesan Anda!

Scroll to Top
Open chat
1
Need help?
Selamat datang di Himpunan Pengembangan Ekosistem Alkes Indonesia (HIPELKI),

Butuh bantuan atau ingin berbicara dengan kami?

Kami menantikan pesan Anda!